Sunday, November 08, 2015

KTF UI RADHA SARISHA



KTF (Komunitas Tari FISIP) adalah salah satu komunitas yang bergerak dalam bidang seni tari. Komitas ini dapat dikatakan seperti sebuah unit kegiatan mahasiswa namun pada tingkat Fakultas. Tidak seperti namanya, KTF tidak hanya menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakatnya dalam seni tari, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan minat dan bakat dalam bidang seni musik terutama musik tadisional bagi mahasiswa yang ada di FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik). Untuk bergabung dalam KTF UI ini kita tidak harus mempunyai kemampuan atau sudah bisa menari, di KTF semua diajarkan mulai dari nol hingga bisa menguasai beberapa tarian.

KTF UI sendiri pertama kali dibentuk oleh Anneke Puspa Calliandra dan Nadya Paramita Suryaputri pada tahun 2008 lalu. Diawal terbentuk, KTF UI hanya menarikan Tari Saman dari Aceh, kemudian mereka ingin mempelajari tarian-tarian lain dan akhirnya mengajak Kak Jamilah Siregar untuk melatih mereka untuk UI Festival atau yang sekarang dikenal dengan UI Art War. Kak Jamilah Siregar ini merupakan Mahasiswa Berprestasi (MAPRES) bidang seni.

Untuk mengembangkan minat dan bakat anggotanya, KTF UI memiliki jadwal latihan rutin, saat ini latihan rutin untuk tari tradisional perempuan ada di hari Jumat jam 11.00-13.30, untuk tari tradisional laki-laki setiap hari senin dan jumat jam 17.00-20.30, untuk musik tadisi diadakan hari kamis pukul17.00-20.30. Kak Jamilah Siregar atau biasa dipanggil kak Mila melatih tari tradisi perempuan dan laki-laki. Dan untuk pemusik yang melatih adalah Bang Imam.

Dalam perjalanannya, KTF memiliki banyak prestasi meskipun KTF belum lama dibentuk. Mulai tari memenangkan lomba tari, mengisi acara-acara perusahaan, ataupun misi budaya ke luar negeri. Berikut adalah beberapa tarian yang dimiliki oleh KTF UI





  1.  Saman dance 




  2. Zapin kipas dance 




  3. Palti Raja dance 




  4. Nandak ganjen dance 




  5. Piring Sofyani dance 




  6. Lenggang Nyai dance 




  7. Bajidor Kahot dance 




  8. Jejer dance 




  9. Zapin dance 




  10. Kapur sirih dance 




  11. Kancet Gantar dance 




  12. Gaba gaba dance 




  13. Mpok Ngigel dance 




  14. Zapin Dara dance 




  15. Piring dance 




  16. Marsitami tami dance 




  17. Gewaya dance 




  18. Pendet dance 




  19. Zapin kasmaran dance




  20. Rondang Bulan dance 




  21. Ci’ Minah Sayang dance 




  22. Kembeng Malate 




  23. Tak Tong Tong 




  24. Serampang 12 




  25. Tifa Dance, 




  26. Dzahab Najwan dan masih banyak lagi.         


  27. Pada tahun 2011, untuk pertamakalinya KTF berangkat ke Perancis dan Spanyol untuk melakukan misi budaya pada festival internasional “Du Sud Festivals Summer 2011 France-Spain” yang mendapat dukungan dari organisasi non-pemerintah dalam hubungan operasionalnya dengan UNESCO yaitu, Organization of Folk Art (IOV) Indonesia.






    Pada tahun berikutnya KTF kembali mendapatkan kepercayaan untuk melaksanakan misi budaya pada festival yang sama. Namun, di tahun 2012 festival ini bernama “Du Sud Festivals Summer 2011 France-Spain-Belgium”. Tahun 2012 pun acara tersebut sangat sukses, tetapi karena banyak anggota baru mengakibatkan kurang bondingnya tim ini, sehingga KTF memutuskan untuk misi budaya setiap dua tahun sekali, agar dapat mempersiapkan dengan matang penari-penari untuk misi budaya. Sebelum melakukan misi budaya, KTF UI mengadakan gelar pamit dengan judul Mataya Mirsa Buana. Dalam gelar pamit tersebut KTF menampilkan banyak tarian yang nantinya akan dibawakan pada festival tersebut. Diantaranya adalah Zapin Kasmaran.






    Di tahun 2013, KTF UI tidak melakukan misi budaya, tetapi mereka melakukan pagelaran tari dengan judul Nari Mataya Lokatara. Pada tahun 2014, mereka kembali melakukan misi budaya membawa nama Indonesia ke Amerika. Disana, mereka mengikuti tiga festival, yang pertama adalah Springville World Folkfest, Summerfest Dance Festival di Bountiful, dan International Days di South Jourdan.






    Saat di Amerika, KTF membawakan 13 tarian, diantaranya adalah Ahoi, tari Piring, tari Hadra, tari Serampang, tari Zapin Kasmaran, tari Baku Dapa, tari Barak, tari Kembeng Melate, tari Rondang Bulan, tari Mpok Ngigel, tari Saman, tari Kancet Gantong, dan Gaba-gaba, dan beberapa musik khas Indonesia. Pada misi budaya kali ini KTF UI kembali didukung oleh International Organization of Folk Art (IOV) Indonesia. Tidak hanya menampilkan kebudayaan-kebudayaan Indonesia, mereka juga mengajarkan tarian saman ke sekolah-sekolah dan melakukan street dance.


    Tahun berikutnya, KTF UI mengadakan pagelaran dengan judul “Mataya Vidhyadhari”. KTF membawakan tarian Tradisional dan Modern dengan kemasan yang sangat menarik dengan balutan musik yang dibawakan langsung oleh KTF dan cerita yang sangat menginspirasi, bagaimana kita berekspresi dan menjadi diri kita sendiri. Hebatnya, tiket untuk pertunjukan ini sold out sebelum hari pertunjukan.






    Selain melakukan misi budaya dan pagelaran, KTF juga mendapatkan banyak prestasi dalam lomba-lomba yang mereka ikuti, diantaranya adalah, juara 6 ulang tahun Selaras Masak Jambi 2011 yang diselenggarakan oleh Anjungan Jambi TMII dengan membawakan tari Zapin Kasmaran. Selain itu, mereka mendapatkan juara 2 di UI Festival dengan membawakan tari Zapin Kasmaran. Menjadi juara 2 UI Festival 2011, juara 2 di Festival Traditional Dance Competition 2011, juara 1 UI Art War 2012, Juara 1 UI Art War 2014 dengan membawakan Dzahab Najwan. Dan masih banyak lagi prestasi-prestasi yang telah diraih oleh KTF UI. Tidak hanya tari tradisional, tari modern KTF UI juga memiliki banyak prestasi yang tidak kalah hebat.





    Dari berbagai kisah diatas, mungkin hanya sebagian kecil dari cerita yang KTF miliki, dan dapat terlihat bahwa KTF sangat berkembang dan semoga kedepannya mereka dapat menjadi kelompok yang lebih baik dan jauh lebih baik lagi dan tetap rendah hati. Dan semoga siapapun mereka yang bergabung dalam KTF dapat mempertahankan dan menjaga KTF agar tetap bersinar seperti sekarang.



    Tuesday, February 25, 2014

    It's been four years...

    Seperti judunya, iya emang udah hampir empat tahun semenjak gue ngepost terakhir kali di blog ini. ya, siapalah yang peduli sama tulisan gue ini, toh ga ada yang baca juga. Oke,untuk post "pertama" gue ini. jadi, sebenernya tujuan utama gue untuk posting di blog ini lagi itu adalah sebagai sarana belajar dan cerita. Jadi buat sedikit info, gue sekarang ini sedang berkuliah di program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI 2013. iya, kenapa 2013 karena gue harus berjuang lebih keras supaya bisa kuliah di tempat ini. Ya, jadi begitulah harus nunggu satu tahun buat dapet kampus ini. Tujuan gue selanjutnya itu buat sarana belajar dan sekalian buat review kuliah hari ini, lumayan lah itung-itung buat pengenalan jurusan juga karena emang gue harus akui kalo jurusan gue ini gak banyak orang tau dan ngeh apa sih sebenernya Ilmu Kesejahteraan Sosial ini. Semoga dengan tulisan gue yang teramat sangat acak kadul ini bisa bermanfaat untuk diri gue, ya syukur-syukur bisa ngebantu orang-orang yang kepo akan jurusan ini. hahhaha...

    Tanggal 25 Febuari 2013
    hari gue dimulai dengan cukup baik, tapi entah kenapa akhir-akhir ini gue ngerasa gampang sakit gitu ya tapi tetep semangat~ seperti biasa gue selalu berangkat naik kereta... dan tibalah gue di kampus, setelah ngobrol sama temen-temn buat nunggu akhirnya dosen Pengantar Psikologi bagi Kesejahteraan Sosial datang. PENGANTAR PSIKOLOGI? mungkin beberapa orang kaget, atau mungkin biasa aja melihat gue yang notabene mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial atau biasa disingkat KS atau Kessos emang mendapatkan pengantar psikologi, mungkin hari sabtu ini atau minggu gue akan membahas sedikit tentang Ilmu Kessos ini, hahaha... oke apasih fungsi Psikologi buat kita anak kessos? kebetulan materi hari ini ya itu, hubungan ilmu psikologi sama kessos. seperti yang kita udah sama-sama tau, Psikologi itu studi mengenai pikiran dan tingkah laku nah Psikologi ini berperan cukup besar bagi ilmu kessos dan pekerja sosial. Ini adalah beberapa sumpangan disiplin Psikologi (Adi, 2013)
    • memberikan dasar keterampilan hubungan (relasi) dengan kelompok sasaran, baik pada level individu, keluarga maupun kelompok.
    • memberikan pemahaman tentang keterkaitan antara aspek dan dinamika kejiwaan dengan perilaku seseorang.
    • memberikan pemahaman tentang tugas-tugas perkembangan individu, keluarga dan kelompok yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk intervensi mikro maupun makro
    • memberikan dasar pengetahuan untuk mengembangkan keterampilan intervensi di level mikro (individu, keluarga dan kelompok), terutama dalam melakukan engagement, assessment, dan melakukan terapi.
    hal diatas adalah contoh kenapa kita mahasiswa kessos harus belajar psikologi, hehehehe, oiya dosennya itu ada yang dari Kessos sama yang dari Fakultas Psikologi looh...  terus akan muncul kan pertanyaaan selanjutnya adalah... apasih batasan-batasan psikologi sama kessos, bedanya dimana... jadi, kita lulusan kessos atau profesional social worker itu bisa melakukan home visit, yaitu ngunjungin pasien yang butuh terapi ke rumahnya, terus tugas yang utama adalah mengembalikan keberfungsian sosial seseorang, terus kita bisa membuat program nah itu beberapa contoh apa yang bisa kita lakukan, nah bedanya sama Psikolog adalah mereka itu bisa melakukan analisis-analisis data gitu, kaya misalnya ngukur IQ, analisis gambar, dan melakukan tes-tes tertentu. Kira-kira gambarannya seperti itu... maaf ya kalo loncat-loncat... soalnya lagi mati listrik dan battery low banget!! semoga bermanfaat!!!
    nanti dilanjut yaaaaaaaaaaaaaaaa